PeristiwaPolitk PemerintahanSitubondo

“NIKMATI SAJA Efek dari Pinjaman Dana PEN” Kata Kepala BAPPEDA

Situbondo S-One News

Polemik dana pinjaman yang diajukan Bupati Karna sebesar 250 milyar untuk Pemulihan Ekonomi Nasional di Situbondo terus bergulir, menyikapi hal tersebut hari ini Ketum GP Sakera Syaiful Bahri, dan team Pemangkar diantaranya Waketum Ahmad Fatoni,Korcam Bungatan Sagiman,Kordes Sumbertengah Bungatan Arsadi,Kordes Kilensari Panarukan Iponk dan Topline Putra Mandiri Edi Wardi serta Team S One mendatangi kantor Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah(BAPPEDA). Video lengkap di channel GP Sakera Situbondo.
09/08/2021

Setelah sebelumnya menemui Kepala BPPKAD Situbondo,kali ini mendatangi BAPPEDA yang bertugas merencanakan pembangunan dikabupaten Situbondo.

Sesampainya dikantor BAPPEDA Situbondo Ketum GP sakera beserta Team Pemangkar sempat menunggu Kepala BAPPEDA karena jam istirahat namun setelah itu ditemui langsung oleh Kepala Bappeda Kabupaten Situbondo Dra. Hj. Tri Cahya Setianingsih,
M.M .

Dalam pertemuan itu tentang dana pinjaman PEN ini ibu Tri menjelaskan bahwa ,” Bappeda berfungsi menginplementasikan visi dan misi Bupati namun karena kekuatan anggaran kita yang kurang mencukupi maka secara kebetulan Pemerintahan Pusat mengadakan program PEN,yang semula sesuai dengan RPJMD yang semula sebesar 100 milyar namun ditengah jalan ada peningkatan menjadi 250 milyar yang seluruhnya atas perintah Bupati dialokasikan kepada proyek pembangunan sarana dan prasarana oleh Dinas PUPR.”


Menaggapi hal tersebut Bang Ipoel mengatakan,” ya kalau sudah perintah mau tidak mau Bapedda harus mengikuti,hanya saja sangat disayangkan namanya proses pemulihan ekonomi seharusnya pinjaman tersebut dialokasikan untuk membantu masyarakat yang terdampak salah satunya adalah bisa mendongkrak perusahan kecil dan UKM yang ada di Situbondo dengan menyalurkan dana PEN tersebut untuk pinjaman berbunga rendah yang juga hal tersebut diperbolehkan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)”.

Bang Ipoel mengatakan bahwa jika pinjaman ini benar benar terealisasi maka kewajiban Pemkab Situbondo mengangsur pinjaman pokok dan bunga kurang lebih 15 milyar pertahun akan berpengaruh terhadap DAU ( Dana Alaokasi Umum ) yang secara otomatis akan berpengaruh pula kepada ADD ( Anggaran Dana Desa ) sehingga pelayanan kepada rakyat Situbondo akan berpengaruh. Menanggapi hal tersebut Bu Tri dengan tersenyum nenanggapi,” NIKMATI SAJA“.
(I-0NE)

the authorRedaktur2